Struktur dan Pondasi Bangunan Tahan Gempa, seperti Apa?

Sebanyak 20 gempa bumi tercatat udah mengguncang wilayah Indonesia sejak awal 2022. Untuk kebolehan gempa paling kuat yakni gempa Banten dengan magnitudo 6,6 yang berlangsung terhadap Jumat (14/1/2022) pukul 16.05 WIB. Akibatnya, ratusan tempat tinggal mengalami kerusakan seperti roboh, retak parah, dan lainnya sesuai kategori kerusakan gampang hingga berat.

dijelaskan bahwa keliru satu penyebab besarnya kerusakan yang berlangsung sesudah bencana gempa adalah susunan bangunan yang tidak sesuai dengan standar keamanan gempa bumi. Tidak cuma memicu kerugian materiil yang besar, kerusakan bangunan termasuk memicu banyak korban berjatuhan, sekiranya tertimpa bahan bangunan. Untuk meminimalkan korban dan kerugian materiil waktu terjadinya gempa, salah satu langkah yang dapat dilaksanakan adalah membangun bangunan tahan gempa.

Berikut lebih dari satu hal yang wajib diperhatikan waktu membangun bangunan tahan gempa: Struktur bangunan tahan gempa

Konstruksi bangunan tahan gempa adalah bangunan yang dapat merespons gempa, dengan sikap bertahan berasal dari keruntuhan dan berwujud fleksibel untuk meredam getaran gempa. Bangunan tahan gempa merupakan bangunan yang dirancang dan diperhitungkan secara analisis, baik gabungan beban, pemanfaatan material, dan penempatan massa strukturnya.

Ciri-ciri fisik bangunan tahan gempa adalah memilik susunan proses penahan tipe dinamik gempa, memiiki proses penahan gempa, dan konfigurasi strukturnya mencukupi standar anti gempa. Apabila idamkan membangun bangunan tahan gempa, Anda wajib berkonsultasi khususnya dahulu dengan perusahaan jasa bangun cimanggis memiliki pengalaman supaya hasilnya maksimal.

Hal utama yang wajib diperhatikan waktu membangun bangunan tahan gempa Sebelum membangun rumah/bangunan tahan gempa mutlak untuk menyimak pondasi, beton, dan beton bertulang. Pondasi Pondasi adalah anggota mutlak berasal dari susunan sebuah bangunan. Pondasi berada paling bawah dan berguna menyalurkan beban ke tanah.

Oleh karena itu, pondasi wajib diletakkan ke tanah dengan keras. Kedalaman minimum untuk pembuatan pondasi adalah 60 hingga 80 cm. Untuk faktor akurasi berasal dari kedalaman ataupun style pondasi, dapat ditempuh dengan melaksanakan uji sondir tanah terhadap wilayah yang akan dibangun bangunan. Setelah laporan sondir diterbitkan, dilanjutkan dengan proses perhitungan susunan bangunan oleh pakar sipil/ konstruksi untuk pilih kedalaman dan komponen tulangan susunan bangunan.

Ada 6 style pondasi yang lazim digunakan terhadap masalah tempat tinggal tinggal, antara lain:

 

1. Pondasi tempat tinggal batu kali

Pondasi batu kali merupakan keliru satu style pondasi yang populer digunakan, proses pembuatan pondasi batu kali termasuk terlampau sederhana. Anda cuma menumpukkan batu kali di segi bangunan kemudian menempelkannya pakai semen. Kelebihannya adalah karena prosesnya simple dan tidak banyak pakai bahan material yang rumit, harga pembuatan pondasi batu kali terbilang terlampau murah.

Selain itu pondasi style ini termasuk dikenal awet dan tidak gampang rusak terkena banjir atau gempa. Kekurangannya adalah bahan baku batu kali ternyata tidak gampang ditemui khususnya di daerah pelosok dataran rendah. Selain itu style pondasi batu kali tidak sesuai untuk membangun tempat tinggal bertingkat.

2. Pondasi tempat tinggal telapak

Pondasi telapak merupakan style pondasi telapak atau tapak yang terbuat berasal dari beton bertulang dengan dasarnya berwujud persegi empat atau persegi panjang. Pondasi ini terlampau sesuai untuk hunian bertingkat. Kelebihannya miliki kelebihan proses pembuatan lebih cepat, hal tersebut karena proses pembuatan pondasi ini tidak wajib menggali tanah terlampau dalam. Selain itu bahan baku yang digunakan untuk membangun pondasi ini tidak mahal. Kekurangan pondasi ini adalah tidak seluruh tukang bangunan sadar proses pembuatan pondasi tapak.

 

3. Pondasi tempat tinggal pelat beton lanjur

Kemudian tersedia pondasi yang namanya pelat beton lajur. Sifatnya lebih kuat karena seluruh anggota yang tersedia kenakan beton tulang. Ukuran lebar pelat lajurnya kira-kira 70 hingga 120 sentimeter. Karena ukurannya hampir sama, pondasi ini kerap dipakai sebagai pengganti pondasi batu belah jikalau bahan batu susah didapat.

Kelebihan yang dimiliki, biayanya lebih tidak mahal dan cuma perlu galian yang sedikit karena cuma dibuat terhadap titik untuk memicu kolom. Jika tersedia bencana gempa atau angin yang keras, pondasi ini lebih kuat menahan guncangan yang muncul. Sedang kelemahannya, waktu yang diperlukan untuk membuatnya lama khususnya terhadap pembuatan cetakan dan bekisting dan juga pengeringan. Dan yang lebih rumit lagi, kerangka besinya wajib dibuat berasal dari permulaan.

 

4. Pondasi sumuran

Jenis lainnya adalah pondasi sumuran, yakni pondasi yang pengecorannya dilaksanakan di daerah secara langsung kenakan batu belah dan beton. Pekerjaannya diawali dengan penggalian tanah yang ukuran diameternya 60 hingga 80 sentimeter dengan kedalaman delapan meter. Pondasi ini kerap digunakan untuk memicu gedung bertingkat yang lokasinya berada di lahan sempit.

Kelebihan pondasi ini adalah pembuatannya tidak memerlukan alat berat supaya biayanya menjadi lebih irit. Sementara kekurangannya yakni pertama kualitasnya susah dikontrol karena letaknya di di dalam tanah dan tidak sesuai untuk tanah yang berlumpur. Meski suasana tanahnya bagus, tapi penggaliannya agak susah dilakukan.

 

5. Pondasi bored pile

Bored pile merupakan style pondasi yang pakai beton bertulang yang dimasukkan ke di dalam lubang bor. Pondasi style ini terlampau sesuai digunakan untuk bangunan bertingkat, karena miliki kebolehan yang cukup baik. Kelebihan pondasi bored pile adalah proses pembuatannya yang murah.

Hal tersebut disebabkan minimnya pemanfaatan beton. Kekurangan pondasi style ini adalah banyaknya peralatan yang digunakan seperti wajib miliki mesi pengeboran. Selain itu proses pembuatan pondasi ini termasuk wajib hati-hati karena jikalau salah, akan memicu pondasi tambah menjadi keropos.

 

6. Pondasi tempat tinggal cakar ayam

Pondasi tempat tinggal cakar ayam merupakan keliru satu pondasi yang populer digunakan, sesuai namanya pondasi ini memang menyerupai bentuk cakar ayam. Bentuk tersebut dibuat berasal dari besi beton yang dan ditanam di di dalam tanah dengan kuat. Jenis pondasi ini terlampau sesuai digunakan terhadap tanah yang lembek, seperti tanah bekas sawah atau rawa.

Kelebihan pondasi style ini miliki kelebihan susunan yang kokoh dan terlampau sesuai untuk style tanah yang lembek dan berair. Selain itu style pondasi ini memuat beton padat yang kuat supaya tidak tersedia celah untuk masuknya air. Sedangkan kekurangan pondasi cekar ayam adalah harga pembuatannya cukup mahal. Hal itu karena peralatan dan proses pembuatannya cukup rumit.

Leave a Comment

Your email address will not be published.