Rincian Modal Usaha Bakso Beserta Cara mengatur Modal!

rincian modal usaha bakso

Mulai dari kalangan orang dewasa sampai anak kecil sangat menyukai kuliner bakso. Jadi tidak heran kalau banyak orang yang memanfaatkan peluang usaha satu ini dan menjadikannya sebagai sumber penghasilan. Tak hanya mempunyai peluang yang bagus, tapi rincian modal usaha bakso satu ini terbilang lumayan terjangkau.

Proses pembuatan yang mudah juga menjadi salah satu alasan orang memulai usaha bakso ini. Dengan rasa yang enak dan gurih, pastinya menggugah selera banyak orang untuk menikmatinya. Dan harga yang terjangkau dinilai dapat menjadi daya tarik sendiri supaya dilirik banyak orang.

Selain itu, inovasi dan kreativitas seorang penjual bakso pun sangat diperlukan supaya usaha dapat berjalan lancar dan bisa menyaingi kompetitor. Hal ini ditunjukkan dengan berupa konsep berjualan bakso yang berbeda dengan lainnya. Dijamin modal usaha yang sudah dikeluarkan dapat cepat kembali dan menutupi modal awal.

Kalau ingin menjalankan usaha satu ini, ada baiknya kamu untuk menyimak beberapa tips di bawah ini. Bukan hanya tips mudah untuk menjalankannya saja, tapi sekaligus rincian modal yang harus dikeluarkan dalam memulainya. Berikut penjelasan rincian modal usaha bakso yang dapat kamu simak.

Rincian Modal Usaha Bakso yang Wajib Kamu Tahu!

rincian modal usaha bakso

Pastinya sebelum memulai usaha bakso akan lebih baik untuk melakukan perencanaan tentang rincian modal terlebih dahulu. Hal ini sangat dibutuhkan supaya bisnis berjalan dengan lancar dan terencana dengan baik. Berikut ini rincian modal usaha bakso antara lain:

1. Tempat Berjualan

Hal yang pertama dipikirkan yaitu tempat akan berjualan nantinya, yaitu dapat dengan memilih gerobak atau booth. Kalau memilih untuk menggunakan gerobak, dapat juga dengan cara membuat atau membelinya di pengrajin. Biaya yang dikeluarkan yaitu kira-kira Rp2.000.000,-.

2. Budget Sewa Tempat

Setelah itu tentukan apakah ingin menyewa tempat atau mau berkeliling saja. Kalau ingin berdiam di suatu tempat, dapat dengan berjualan di depan rumah ataupun menyewa tempat. Pilih tempat yang banyak dilewati orang, dekat pasar, perumahan, toko yang ramai, supermarket dan lainnya.

Biaya yang dikeluarkan yaitu kira-kira 500 ribu per bulan atau Rp5.000.000,- per tahun. Pilihlah sewa secara bulanan untuk pemula yaitu sekitar Rp500.000,-.

3. Peralatan Dan Perlengkapan

Bukan hanya permasalahan tempat, tapi peralatan dan juga perlengkapan untuk modal usaha bakso juga penting untuk diperhatikan. Barang-barang tersebut berupa mangkuk, gelas, sendok, garpu, kompor, gas elpiji, alat masak, kursi, meja, kain lap, terpal dan lainnya. Hal ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penjual bakso. Biaya yang dikeluarkan yaitu kira-kira 3 jutaan.

Untuk perinciannya yakni 5 lusin mangkok Rp350.000,-, 50 gelas Rp250.000,-, sendok 5 lusin Rp150.000,-, garpu 5 lusin Rp150.000,-. Kemudian, peralatan masak seperti kompor Rp 200.000,- dan Gas Elpiji 3 kg Rp150.000,-, dan alat masak satu set Rp60.000,-. Sedangkan untuk perlengkapan lainnya adalah 10 kursi plastik Rp300.000,-, 5 meja warung Rp1.500.000,-, 10 kain lap Rp100.000,-, dan terpal Rp140.000,-. Jadi, kalau di total modal untuk peralatan adalah sebesar Rp3.350.000,-.

4. Bahan Baku Bakso

Untuk membuat bakso, dibutuhkan bahan baku berupa daging sapi, tepung terigu, mie, bihun, seledri, saos, kecap, sayuran dan bahan dapur lainnya. Beberapa macam bahan dapur diantaranya gula, garam, merica, penyedap rasa dan lainnya. Biaya yang dikeluarkan untuk usaha bakso pada bahan baku yakni sekitar Rp 1 jutaan saja.

Perincian dari bahan baku tersebut adalah daging sapi 3 kg x Rp90.000 adalah Rp270.000,- sebagai modal awal. Lalu tepung Rp10.000,-, mie dan bihun Rp20.000,-, saos Rp10.000,-, Kecap Rp10.000,-, sayuran Rp30.000,- dan bumbu dapur lainnya Rp20.000,-. Kalau dihitung tiap harinya yaitu Rp370.000,-. Sebagai modal usaha awal, estimasi untuk bahan baku sekitar 1,1 juta untuk kebutuhan 3 hari pertama saja.

5. Promosi

Untuk mempromosikan usaha bakso ini, kamu bisa membuat banner besar yang ada di depan tempat berjualan. Hal tersebut supaya diketahui oleh publik sekaligus mempermudah pembeli menemukan tempat jualan bakso. Harga membeli banner yang dikeluarkan yaitu kira-kira Rp550.000,-.

Estimasi modal usaha bakso yang dikeluarkan yaitu sekitar 7,5 juta saja. Pastinya biaya bisa berkurang kalau tidak menyewa tempat untuk berjualan. Apalagi kalau area rumah cukup strategis dan sering dilewati banyak orang.

Bakso bisa dijual dengan harga sekitar Rp10.000,- – Rp15.000,- per mangkuk, lakukan perhitungan supaya tidak mengalami kerugian yang berarti. Pastikan kalau harga juga sesuai standar lingkungan sekitar atau tidak begitu mahal dan berbeda dari kompetitor sebelah. Hal ini supaya membuat bakso laku dan dicari orang. Pastikan kualitas dan rasanya enak supaya para pembeli ketagihan.

Keuntungan Usaha Bakso

Sesudah melakukan perincian modal usaha untuk usaha bakso ini, akan lebih baik untuk menghitung keuntungan yang ada. Kalau mematok pada satu porsi bakso yang dijual, yaitu umumnya mempunyai laba bersih sekitar Rp4.000,-. Maka kalau penjual bakso mampu menjualnya sebanyak 80 porsi per hari, maka keuntungan yang di dapatkan sekitar Rp320.000,- (80 porsi x Rp4.000,-).

Jadi dalam sebulan, dapat mendapatkan hasil kurang lebih 9,6 jutaan. Pastinya sangat menjanjikan bukan? Apalagi kalau melakukan promosi yang baik, pastinya omset dapat meningkat dengan pesat. Contohnya kalau jumlah porsi meningkat setiap harinya sampai 100 porsi, maka keuntungannya pun akan semakin bertambah.

Kalau dihitung yaitu 100 porsi dikalikan laba bersih Rp4.000,- maka per hari penjual dapat mendapatkan 400ribu dan 12 juta per bulannya. Dengan modal usaha bakso sebesar 7,5 juta, keuntungan yang didapat bisa berkali-kali lipat.

Cara Mengatur Modal Usaha Bakso Agar Cepat Balik Modal

rincian modal usaha bakso

1. Buat Rencana Bisnis Matang

supaya membuat modal usaha bakso cepat kembali, maka lebih baik untuk membuat perencanaan bisnis dengan matang. Hal ini termasuk strategi bisnis, target pasar, promosi dan hal penting lain.

2. Pisahkan Rekening Pribadi dan Bisnis

Jangan lupa untuk selalu memisahkan rekening pribadi dan juga bisnis. Jadi tidak akan membingungkan dan uang tidak tercampur baur. Dengan cara ini, kamu dapat lebih mudah mengetahui keuangan bisnis, entah pemasukan ataupun pengeluaran.

3. Buat Pos-pos Pengeluaran

Buatlah juga pos-pos pengeluaran dan atur rasio perbandingan untuk setiap pengeluaran yang ada. Dengan begitu, keuangan dapat teratur dengan baik, mulai dari modal untuk bahan baku, produksi barang, promosi dan lainnya. Jadi akan diketahui juga apakah modal usaha bakso sudah cukup atau malah membutuhkan modal tambahan.

4. Lakukan Evaluasi

Melakukan evaluasi juga penting, karena hal ini akan membuat usaha menjadi lebih sukses. Mintalah pendapat dari expert ataupun orang yang sehari-hari membantu. Karena orang-orang tersebut juga akan mengerti kondisi di lapangan dan memberi saran yang mungkin akan sangat membantu usaha bakso kamu lebih maju lagi.

Sebenarnya dalam usaha bakso ini akan lebih baik kalau kamu mempunyai mesin penggiling daging dan mesin pembuat bakso. Karena 2 mesin ini akan sangat membantu dalam proses produksi bakso milik kamu.

Leave a Comment

Your email address will not be published.