Keunggulan Bekerja Di Era Gig Economy

apa itu gig economy

Dunia kerja di era industri 4.0 kini sudah banyak berubah. Banyak pekerja tetap telah digantikan oleh pekerja lepas atau freelancer. Masih belum banyak orang yang mengenal gig economy. Bahkan, hal ini sudah menjadi tren di dunia kerja beberapa tahun terakhir. Apalagi dengan hadirnya teknologi dan internet yang terus berkembang.

‘Gig’ yang memiliki arti panggung merupakan istilah yang sering dipakai dalam industri hiburan, khususnya dunia musik. Istilah ini menggambarkan pekerja di dunia hiburan yang biasanya bekerja dalam waktu yang relatif singkat. Jadi, dapat disimpulkan bahwa gig economy adalah suatu kondisi ekonomi dimana terjadi pergeseran status pekerja perusahaan, yang umumnya pekerja tetap menjadi pekerja kontrak jangka pendek, pekerja mandiri, dan pekerja tidak tetap.

Karena pandemi Covid-19 kali ini, gig economy makin banyak diterapkan di banyak perusahaan. Hadirnya gig economy menjadi salah satu alternatif pilihan bagi Anda yang ingin berkarir. Karena saat ini sebuah pekerjaan tidak lagi terikat dengan definisi pegawai di suatu perusahaan tertentu.

Di beberapa negara, gig economy adalah fenomena yang berkembang. Maka tak heran jika banyak orang yang mulai mempertimbangkan untuk menjadi seorang freelancer. Namun, tentu tidak semua pekerjaan bisa mengikuti arus gig economy.

Keunggulan Dari Gig Economy

Tumbuhnya pekerja gig economy sebenarnya dapat menggambarkan bahwa sistem ini memiliki beberapa keunggulan. Berikut ini adalah beberapa keuntungan dari sistem gig economy bagi para pelakunya.

  1. Potensi penghasilan tak terbatas

Salah satu perbedaan utama antara gig economy dan sistem konvensional adalah keterbatasan lapangan pekerjaan yang bisa diambil. Dalam gig economy, Anda bisa mengambil banyak pekerjaan sekaligus. Semakin banyak pekerjaan yang Anda ambil, semakin tinggi penghasilan Anda tentunya. Anda dapat menentukan sendiri jumlah pekerjaan yang ingin Anda ambil sesuai dengan kemampuan dan kemampuan Anda untuk melakukannya. Hal ini berbeda bagi mereka yang belum mengenal gig economy dan masih menjalankan sistem konvensional, besaran pendapatan bulanannya tetap dan tidak dapat berubah kecuali mendapatkan bonus atau tambahan lainnya sesuai kebijakan perusahaan.

  1. Fleksibilitas Waktu

Keuntungan kedua dari gig economy adalah Anda memiliki jam kerja yang fleksibel. Karena berbeda dengan sistem konvensional dimana karyawan memiliki jadwal tetap, dalam gig economy Anda bebas bekerja kapan saja sesuai dengan jadwal kerja yang telah Anda buat sendiri. Hal yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai pekerjaan melebihi tenggat waktu yang telah disepakati. Bahkan dalam gig economy, Anda bebas menentukan waktu liburan Anda sendiri. Karena semua aktivitas pekerjaan akan berada di bawah kendali Anda sebagai pelaku pekerjaan.

  1. Dibayar sesuai dengan pekerjaan yang dilakukan

Salah satu hal yang menarik banyak orang setelah mengenal gig economy adalah masalah gaji. Karena dalam gig economy bank raya contohnya, Anda bisa menetapkan harga sendiri untuk sebuah layanan pekerjaan kepada klien sehingga Anda akan mendapatkan bayaran sesuai dengan apa yang Anda lakukan. Semakin besar nilai proyek, semakin besar pembayaran yang akan Anda terima. Hal ini berbeda dengan menggunakan sistem konvensional dengan pembayaran tetap.

  1. Dapat Memilih Pekerjaan

Keuntungan lain dari gig economy adalah memungkinkan Anda memilih pekerjaan yang benar-benar Anda sukai. Karena semua pekerjaan yang akan Anda lakukan adalah hasil dari pilihan Anda sendiri. Dalam posisi ini Anda dapat menolak pekerjaan jika Anda merasa tidak mampu untuk pekerjaan itu. Tentu hal ini tidak bisa dilakukan jika Anda adalah seorang karyawan sebuah perusahaan. Semua pekerjaan yang diberikan harus dilakukan meskipun tidak benar-benar masuk ke bagian pekerjaan Anda. Tetapi jika Anda menolak untuk melakukan pekerjaan itu, maka Anda bisa mendapatkan peringatan pemecatan.

Leave a Comment

Your email address will not be published.