Cara Membuat Kompos dari Kotoran Sapi dengan EM4

Cara Membuat Kompos dari Kotoran Sapi

Cara Membuat Kompos dari Kotoran Sapi – Seperti yang kita ketahui, keadaan pandemi seperti ini, menanam tanaman menjadi hobi yang semakin merebak di tengah masyarakat. Sebagian masyarakat banyak yang akhirnya terjun ke hobi baru sebagai pecinta tanaman.

Nah, dengan ini Kita dapat memanfaatkan tren ini menjadi usaha pembuatan pupuk kandang yaitu dengan membuat kemudian menjual pupuk kandang tersebut.

Malahan, banyak masyarakat utamanya pecinta tanaman yang mencari pupuk kandang untuk kebutuhan tanaman mereka.

Mengapa tidak menggunakan pupuk kimia, karena penggunaan pupuk kimia secara terus-menerus dan berlebihan bisa menyebabkan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu , solusi yang bisa dilakukan yaitu dengan menggunakan pupuk kompos atau pupuk kandang.

Tanah yang digunakan berulang kali untuk bercocok tanam bisa mengalami penurunan persediaan unsur hara. Maka dari itu, tanah memerlukan pupuk kandang agar persediaan unsur hara untuk tanaman tetap tersedia.

Kelebihan Pupuk Kandang

Meskipun kandungan hara pupuk kandang tidak sebesar pupuk buatan, tetapi memiliki kelebihan antara lain sebagai berikut :

  • Memudahkan resapan air hujan
  • Memperbaiki potensi tanah dalam mengikat air
  • Mencegah erosi
  • Memberikan sarana tumbah yang baik bagi biji dan akar serta sumber unsur hara tanaman.

Pupuk kandang membuat tanah lebih subur, gembur, dan lebih mudah digarap. Hal ini tidak dapat digantikan oleh pupuk kimia buatan.

Beberapa jenis kotoran ternak yang dapat dijadikan bahan pembuat kompos antara lain kotoran sapi, kambing, kerbau, ayam dan lain – lain. Setiap jenis pupuk kandang memiliki kadar unsur hara yang berbeda-beda.

Kandungan Hara pada Pupuk Kompos Kotoran Sapi

Pupuk kandang dari kotoran sapi memiliki kandungan serat yang tinggi seperti selulosa. Hal ini terlihat dari hasil pengukuran parameter C/N rasio yang lumayan tinggi, yaitu di atas 40.

Tingginya kandungan C pada pupuk kandang dari kotoran sapi mengacaukan penggunaan langsung ke tanah karena akan menekan pertumbuhan tanaman utama.

Penekanan pertumbuhan terjadi akibat dampak dari mikroba dekomposer yang akan menggunakan N yang ada untuk mendekomposisi bahan organik tersebut, akibatnya tanaman utama akan kekurangan N.

Untuk mengoptimalkan penggunaan pupuk kandang dari kotoran sapi perlu dilakukan pengomposan supaya menjadi kompos pupuk kandang sapi dengan rasio C/N di bawah 20.

Selain masalah rasio C/N, penggunaan pupuk kandang sapi secara langsung juga berkaitan dengan kandungan air yang tinggi.

Bila pupuk kandang dengan dosis air yang tinggi dipakai secara langsung akan memerlukan tenaga yang lebih banyak serta jalannya pelepasan amoniak masih berlangsung.

Oleh sebab itu, kotoran sapi harus difermentasikan terlebih dahulu supaya menjadi pupuk kandang yang baik untuk diaplikasikan ke lahan.

Cara pembuatan pupuk kandang juga cukup mudah untuk dilakukan.

Cara Membuat Kompos dari Kotoran Sapi

Cara Membuat Kompos dari Kotoran Sapi

Berikut cara pembuatan pupuk kandang dari kotoran sapi sebagai berikut :

Bahan yang diperlukan :

  • Kotoran sapi 3 karung
  • Dedak detengah karung
  • Air 10 liter
  • EM4 20 cc

Langkah-langkah pembuatan sebagai berikut :

  • Tumpuk kotoran sapi secara merata sampai setinggi kurang lebih 30 cm menyerupai bedengan.
  • Beri dedak ke atas tumpukan kotoran sapi tersebut.
  • Siram EM-4 yang sudah dicampur dengan air. Ulangi perlakuan tersebut pada lapisan timbunan berikutnya hingga kotoran ternak habis.
  • Setiap satu minggu, tumpukan kompos diaduk secara merata untuk mempercepat proses dekomposisi dan menjaga suhu supaya tidak melebihi 70 derajat celcius.
  • Diamkan selama 21 hari, supaya proses fermentasi berlangsung dengan baik.
  • Kotoran ternak sapi yang sudah difermentasi siap untuk digunakan atau bisa dikeringkan dan dilakukan pengayakan terlebih dahulu untuk dikemas dan dipasarkan.

Demikian artikel mengenai Cara Membuat Kompos dari Kotoran Sapi dengan EM4, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan bermanfaat untuk Kita semua, terima kasih.

Leave a Comment

Your email address will not be published.